A Free Template From Joomlashack

A Free Template From Joomlashack

Partner

Banner
Banner
Banner

Keranjang Belanja




Your Cart is currently empty.

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini15
mod_vvisit_counterKemarin131
mod_vvisit_counterMinggu Ini700
mod_vvisit_counterMinggu Lalu1009
mod_vvisit_counterBulan Ini1368
mod_vvisit_counterBulan Lalu3893
mod_vvisit_counterTotal67790

Online (20 minutes ago): 6
Your IP: 38.107.191.118
,
Today: Sep 09, 2010

Herba

Sari Kurma Al-Aqso (330 gr)
Sari Kurma Al-Aqso (330 gr)
Rp. 25.000
Sari Kurma Al-Aqso (1 Kg)
Sari Kurma Al-Aqso (1 Kg)
Rp. 70.000
Madu Habbazait (350 gr)
Madu Habbazait (350 gr)
Rp. 40.000
Kopi Pasak Bumi (200 gr)
Kopi Pasak Bumi (200 gr)
Rp. 25.000
Kopi Herbal Habba (200 gr)
Kopi Herbal Habba (200 gr)
Rp. 25.000
Kapsul Herbanisa (50 bh)
Kapsul Herbanisa (50 bh)
Rp. 39.000
Kapsul Gurah Al-Waha (50 bh)
Kapsul Gurah Al-Waha (50 bh)
Rp. 25.000

Resensi Buku

Home Resensi Pembaca Ilusi Negara Demokrasi
Ilusi Negara Demokrasi PDF Print E-mail
Resensi Pembaca
Wednesday, 25 November 2009 06:31

ilusi negara demokrasiOleh para pemujanya, demokrasi sering diklaim sebagai sistem pemerintahan terbaik, terutama saat dihadapkan dengan sistem pemerintahan otoriter atau totaliter. Padahal sejak diperkenalkan sebagai sebuah sistem politik modern hingga hari ini, tipikal negara yang benar-benar demokratis masih sebatas ada dalam angan.

Amerika misalnya, yang dianggap ‘kampiun demokrasi’, toh sampai detik hanya mampu memberikan kuliah tentang demokrasi; tak pernah menjadi contoh terbaik  sebagai negara pengusung utama demokrasi. Di negerinya, bukan rakyat yang berdaulat, tetapi para pemilik modal (Nader, 1972). Menurut Hedrik Smith (1986), ini karena unsur terpenting dalam demokrasi Amerika hanya ada tiga: (1) uang (2) duit (3) fulus.

Di luar negeri, sejak berdirinya, Amerika telah mengintervensi bahkan menginvasi lebih dari 100 negara, termasuk membantai jutaan penduduk Irak dan Afghanistan, sekaligus menduduki kedua negara itu hingga kini. Semua ini menunjukkan bahwa ‘sang pendekar demokrasi’ ini sepanjang sejarahnya justru menjadi pionir negara anti demokrasi garda depan.

Bagaimana dengan Eropa? Sama saja. Dengan jargon kebebasannya, demokrasi di sana hanya menciptakan peradaban sampah; sebuah peradaban yang kering dari nilai-nilai ruhaniah dan sebaliknya sarat dengan nilai-nilai ‘hewaniah’.  Selain itu, demokrasi banyak melahirkan para penguasa tak beradab, bahkan biadab, seperti Hitler, Musolini dan George W. Bush; juga para tiran kejam di Dunia Islam seperti Musharraf dan Zardari (Pakistan), Husni Mubarak (Mesir), Islam Karimov (Uzbekistan), dll.

Buku ini menguak begitu banyak aib demokrasi dalam segala aspeknya, justru di hadapan klaim-klaim kosong dan jargon-jargon sampah para pemujanya.  Dengan paparan yang lugas dan bernas, buku ini berhasil membuktikan secara argumentatif dan faktual, bahwa demokrasi ideal hanya ada dalam khayal, dan cita-cita mewujudkan negara demokrasi tak lebih dari sebuah ilusi ! [Iwan Setiawan]

Last Updated on Wednesday, 25 November 2009 06:37
 

Comments  

 
0 #1 suyuti 2010-02-03 11:00
semua harus menyeru kepeda khilafah, karna emua keepakatan ulama mewajibkan pendirian khilafah. ini merupakan fardhu ain karna belum tegaknya khilafah
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Siroh Nabawiyah (Sisi Politis)
Siroh Nabawiyah (Sisi Politis)
Rp. 70.000
Sari Kurman Al-Aqso (150 gr)
Sari Kurman Al-Aqso (150 gr)
Rp. 15.000
Sari Kurma Al-Aqso (500 gr)
Sari Kurma Al-Aqso (500 gr)
Rp. 40.000
Risalah Khitbah
Risalah Khitbah
Rp. 44.000
Perempuan, Feminisme, dan Islam
Perempuan, Feminisme, dan Islam
Rp. 20.000
Kopi Pasak Bumi (200 gr)
Kopi Pasak Bumi (200 gr)
Rp. 25.000
Konsepsi Politik Hizbut Tahrir
Konsepsi Politik Hizbut Tahrir
Rp. 21.000
Kepribadian Islam (Jilid 1)
Kepribadian Islam (Jilid 1)
Rp. 58.000
Globalisasi
Globalisasi
Rp. 25.000
 
Joomla 1.5 Templates by Joomlashack